Minggu, 24 April 2011

TEMA DAN KONSEP

TEMA DAN KONSEP DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

Dalam proses perencanaan dan perancangan dalam arsitektur, salah satu hal yang penting untuk dibahas setelah analisis data adalah Tema dan Konsep, karena tema dan konsep ini selalu muncul dan mengikuti jalannya proses perencanaan dan perancangan, bahkan sepanjang proses dilakukan. Nah, menurut survey yang dilakukan secara kecil-kecilan (oleh penulis tentunyaJ), mahasiswa jurusan teknik arsitektur sendiri masih banyak yang belum mengerti secara pasti dan tepat apakah yang dimaksud dengan Tema dan Konsep, atau bisa tertukar antara Tema dan Konsep itu sendiri. Oleh sebab itu, saya mencoba membagi ilmu yang telah saya dapatkan selama belajar perancangan arsitektur, tentang Tema dan Konsep tentunya.

TEMA dan KONSEP

Tema adalah suatu pola atau gagasan spesifik yang berulang di seluruh desain pada suatu proyek.

Konsep adalah gagasan-gagasan memadukan berbagai unsur ke dalam suatu keseluruhan.

Kendala-kendala dalam pembuatan konsep

1. Komunikasi, terdiri dari:

Komunikasi dengan diri sendiri

Komunikasi dengan orang lain

Contohnya : sering membuat bahasa gambar, karena gambar lebih mudah dan cepat dipahami tujuan atau yang ingin disampaikan.

2. Tidak Berpengalaman

Maksudnya, perancang harus mengetahui deskripsi projeknya terlebih dahulu. Contohnya : projek Youth Hostel, yaitu pondok pemuda, atau Pusat Reaktor Nuklir adalah...(apa)

Sehingga dapat ditentukan tema dan konsepnya.

3. Identifikasi Hirarki yang tepat

Mengetahui kebutuhan dari projek, misalnya ruang-ruang umum yang dibutuhkan.

Contohny:

Rumah sakit, membutuhkan ruang operasi, ruang rawat inap, ruang dokter, ruang pemeriksaan, apotek, gudang, dan sebagainya.

Masjid, membutuhkan ruang sholat, ruang wudhu, KM/Toilet, ruang pengelola, dan sebagainya.

5 Jenis Konsep :

1. Analogi

Desain dnegan mengambil sifat, pola, atau unsur dari sebuah benda, didesain emnajdi bentuk yang berbeda.

2. Metafora

Mengambil bentuk nyata dan mendesain dengan menyerupai bentuk tersebut.

3. Esensi

Mengambil hakekat dari permasalahan atau hal yang mendasar dan yang paling penting untuk desain tersebut.

4. Programatik

Membuat bentuk sesuai fungsi dan kebutuhan, susunan ruang, tenpa memperhatikan bentuk atau tampak.

Konsep yang dikembangkan seputar persoalan-persoalan yang diidentifikasi dari program suatu bangunan.

5. Uthopia

Konsep berdasarkan cita-cita, khayalan/imajinasi, tidak biasa dipakai.

------------

Tulisan ini bertujuan untuk belajar, dan membagi ilmu yang telah didapatkan selama proses perancangan arsitektur, oleh karena itu jika ada saran, tambahan dan masukan, saya akan menerimanya dengan senang hati. Terima kasih. Have a nice read!

Sumber :

Buku Teori Arsitektur 3. Penerbit Universitas Gunadarma.

1 komentar:

  1. salam budaya
    perkenalkan saya aris mahasiswa ISI Yogyakarta, Jurusan Desain Interior

    saya ingin tanya Bukunya Teori Arsitektur 3. Penerbit Universitas Gunadarma.
    itu bisa didaptakan dimana ya?

    terimakasih

    BalasHapus